Rangkaian inverter DC-AC



Di dalam bagian ini di bahas tentang dc ke ac inverter,circuit atau rangkaian inverter ini akan mengubah 12 volt dc menjadi 120 volt ac.rangkaian ini digunakan apabila anda akan menghidupkan televisi dimobil atau perangkat audio lainnya.rangkain inicukup sederhana karena cuma menggunakan 2 buah transistor yaitu jenis 2n 3055 npn transistor.Dan akan disajikan link-link ke situs-situs yang menyediakan tutorial elektronika dan free circuit. Untuk mendapatkan gambar yang jelas dari circuit ini klik pada gambar rangkaian tsb. Selamat mencoba!!!

q1,q2 dan t1 berpengaruh pad besarnya watt yang dihasilkan,anda dapat menggunakan transistor yang lebih besar untuk mendapatkan daya yang lebih besar pula begitu pula untuk transformatornya. disini t1 menggunakan 15 amper,dengan rangkaian seperti ini dihasilkan daya 300 watt. untuk mengubah tegangan keluaran anda dapat melilit sendiri kumparan sekunder t1,perbanyak lilitannya untuk tegangan yang lebih besar. pada output pasanglah sekering pengaman.untuk melihat detailnya tengok.
Daftar komponen: Part Total Qty. Description Substitutions C1, C2 2 68 uf, 25 V Tantalum Capacitor R1, R2 2 10 Ohm, 5 Watt Resistor R3, R4 2 180 Ohm, 1 Watt Resistor D1, D2 2 HEP 154 Silicon Diode Q1, Q2 2 2N3055 NPN Transistor (see "Notes") T1 1 24V, Center Tapped Transformer (see "Notes") MISC 1 Wire, Case, Receptical (For Output]

whoco terusane.....

Rangkaian Power amplifier




Di dalam bagian ini di bahas ttg satu amplifier/amplifier circuit yang berdaya 50 watt rms,yang menggunakan penguat transistor npn dan pnp yaitu 2n 3055 dan 2n 7391 yang mempunyai daya yang lumayan besar. Dan akan disajikan link-link ke situs-situs yang menyediakan tutorial elektronika dan free circuit. Untuk mendapatkan gambar yang jelas dari circuit ini klik pada gambar rangkaian tsb. Selamat mencoba!!!


Power amplifier sangat penting perannya,karena semakin besar power amplifeir yang digunakan semakin mantap pula suara yang dihasilkan power yang besar akan semakin memperkuat tenaga dentuman nada bass atau nada rendah,dan nada tinggi atau nada trebel tetap dapat dipertahankan kwalitasnya.
Daftar komponen: Part Total Qty. Description Substitutions R1 1 200 Ohm 1/4 W Resistor R2 1 200K 1/4 W Resistor R3 1 30K 1/4 W Resistor R5 1 1K 1/4 W Resistor R6 1 5K 1/4 W Resistor R7,R10 2 1 Meg (5%) 1/2 W Resistor R8,R9 2 0.4 Ohm 5 W Resistor R11 1 10K Pot R12,R13 2 51K 1/4 W Resistor R14 1 47K 1/4 W Resistor C1 1 100uF 35V Electrolytic Capacitor C2 1 0.011uF Capacitor C3 1 3750pF Capacitor C4,C6 2 1000pF Capacitor C5,C7,C8 3 0.001uF Capacitor C9 1 50pF Capacitor C10 1 0.3uF Capacitor C11,C12 2 10,000uF 50V Electrolytic Capacitor U1,U2 2 741 Op Amp U3 1 ICL8063 Audio Amp Transister Driver thingy Q1 1 2N3055 NPN Power Transistor Q2 1 2N3791 PNP Power Transistor BR1 1 250 V 6 Amp Bridge Rectifier T1 1 50V Center Tapped 5 Amp Transformer S1 1 SPST 3 Amp Switch S2 1 DPDT Switch F1 1 2 Amp Fuse SPKR1 1 8 Ohm 50W Speaker MISC 1 Case, Knobs, Line Cord, Binding Posts Or Phono Plugs (For Input And Output), Heatsinks For Q1 And Q2

whoco terusane.....

rangkian pemancar fm



Di dalam bagian ini di bahas tentang pemancar fm mini,dengan jangkauan siarsekitar 300-400 meter. bila menggunakan tegangan kerja 9 volt maka daya pancar sekitar 300 meter dan bila menggunakan tegangan kerja 12 volt maka jangkauan sekitar 400-450 meter,tergantung dari antena yang anda gunakan.Dan akan disajikan link-link ke situs-situs yang menyediakan tutorial elektronika dan free circuit. Untuk mendapatkan gambar yang jelas dari skema/circuit ini klik pada gambar rangkaian tsb. Selamat mencoba!!!

Untukl1 dan l2 lilitannya 5 kali lilit,anda dapat menggunakan isi bolpoin untuk melilitnya sehingga rapi dan setelahselesai lepaslah isi bolpoin tsb.c5 digu8nakan untuk penempatan frekuensi siar. dapat ditala antara 88-108 mhz,untuk jangkauan lebih jauh gunakan antena pengarah{antena yagi}. silahkan mencoba!!!!

Daftar komponen: Part Total Qty. Description Substitutions C1 1 0.001uf Disc Capacitor C2 1 5.6pf Disc Capacitor C3,C4 2 10uf Electrolytic Capacitor C5 1 3-18pf Adjustable Cap R1 1 270 Ohm 1/8W Resistor 270 Ohm 1/4W Resistor R2,R5,R6 3 4.7k 1/8W Resistor 4.7K 1/4W Resistor R3 1 10k 1/8W Resistor 10K 1/4W Resistor R4 1 100k 1/8W Resistor 100K 1/4W Resistor Q1, Q2 2 2N2222A NPN Transistor 2N3904 L1, L2 2 5 Turn Air Core Coil MIC 1 Electret Microphone MISC 1 9V Battery Snap, PC Board, Wire For Antenna

whoco terusane.....

Tutorial Elektronika Dasar

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menemui suatu alat yang mengadopsi elektronika sebagai basis teknologinya
contoh ; Dirumah, kita sering melihat televisi, mendengarkan lagu melalui tape atau CD, mendengarkan radio,
berkomunikasi dengan telephone. Dikantor kita menggunakan komputer, mencetak dengan printer, mengirim pesan
dengan faximile, berkomunikasi dengan telephone. Dipabrik kita memakai alat deteksi, mengoperasikan robot perakit, dan
sebagainya. Bahkan dijalan raya kita bisa melihat lampu lalu-lintas, lampu penerangan jalan yang secara otomatis hidup
bila malam tiba, atau papan reklame yang terlihat indah berkelap-kelip dan masih banyak contoh yang lainnya. Dari semua
uraian diatas kita dapat membuktikan bahwa pada zaman sekarang ini kita tidak akan lepas dari perangkat yang
menggunakan elektronika sebagai dasar teknologinya.
Revolusi besar-besaran terhadap elektronika terjadi sekitar tahun 1960-an, dimana saat itu mulai ditemukan suatu alat
elektronika yang dinamakan Transisor, sehingga dimungkinkan untuk membuat suatu alat dengan ukuran yang kecil
dimana sebelumnya alat-alat tersebut masih menggunakan tabung-tabung facum yang ukurannya besar serta
mengkonsumsi listrik yang besar. Hanya dalam kurun waktu 10 tahun sejak ditemukan nya transistor, ditemukan sebuah
rangkaian terintegrasi yang dikenal dengan IC ( Integrated Circuit ) merupakan sebuah rangkaian terpadu yang berisi
puluhan bahkan jutaan transistor di dalamnya. Sehingga kita bisa melihat sebuah perangkat elektronika semakin kecil
bentuknya tetapi semakin banyak fungsinya sebagai contoh telephone genggam ( Handphone ) yang anda pakai saat ini
dengan telephone genggam yang anda pakai beberapa tahun yang lalu. Yah semua itu berkat revolusi Silikon sebagai
bahan dasar pembuatan Transistor dan IC atau CHIP.
Baiklah, sampai disini saja gembar-gembor kita mengenai perkembangan elektronika. Tentunya anda sudah tidak sabar
lagi ingin segera mempelajari teknologi elektronika, tapi bagi anda yang masih ingin mengetahui sejarah perkembangan
elektronika anda bisa mencarinya dari berbagi sumber lain.

KOMPONEN ELEKTRONIKA - RESISTOR
Resistor adalah komponen elektronika yang selalu digunakan dalam setiap rangkaian elektronika karena dia berfungsi
sebagai pengatur arus listrik. Dengan resistor listrik dapat didistribusikan sesuai dengan kebutuhan. Tentunya anda
bertanya-tanya, apa itu resistor ?, seperti apa bentuknya ?, bagaimna cara kerjanya ?, oops..., nanti dulu saya baru akan
menjelaskannya.
sekarang anda lihat gambar 1-a, nah itu adalah salah satu bentuk dari resistor, apa ada yang lain.?, masih banyak bentuk
dan jenis dari resistor, coba saja anda buka salah satu alat elektronika yang sudah rusak dan tidak terpakai, misalnya
charger Handphone anda atau radio saku anda. disitu anda akan lihat banyak sekali resistor bertebaran. dari yang
berbentuk bulat panjang seperti gambar 1-a, persegi empat, seperti tapal kuda, atau tombol pengatur suara yang ada di
radio tape, itu juga resistor. bahkan ada yang berbentuk seperti beras. bila anda melihat di charger HP anda. Lalu
bagaimana cara kerjanya.?. sebelum anda melangkah lebih jauh mengenai cara kerja dari sebuah resistor, saya ingin
anda melihat animasi dibawah ini.
Ilustrasi Arus Air untuk mengetahui cara kerja
Setelah anda perhatikan animasi tadi, tentunya anda sudah mempunyai gambaran tentang bagaimana prinsip kerja dari
sebuah resistor. Yah anda anggap saja arus air yang ada di animasi itu sebagai arus listrik, sedangkan bendungan
sebagai resistornya. Jadi bila bendungan 1 kita anggap sebagai resistor 1 dan bendungan 2 sebagai resistor 2, maka
besarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintu bendungan yang kita buka. Semakin besar kita membuka pintu
bendungan semakin besar juga arus yang melewati bendungan tersebut bila ingin lebih besar lagi arusnya, yah tidak usah
dipasang bendungannya atau dibiarkan saja, jadi bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang
nilai resistansi ( tahanan ) nya kecil, mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan
demikian arus tidak lagi dibatasi. Nah seperti itulah kira-kira fungsi Resistor dalam sebuah rangkaian elektronika.
Suatu fungsi dalam dunia teknik tentunya mempunyai satuan atau besaran, misalnya untuk berat kita tahu bahwa pada
umumnya satuannya adalah "gram", satuan jarak pada umumnya orang memakai satuan " meter ". Nah untuk resistor
satuannya adalah OHM, jadi mulai sekarang kita biasakan untuk menyebut besarnya nilai suatu resistor atau tahanan kita
gunakan satuan OHM, yang sebenarnya berasal dari kata OMEGA. Maka tidaklah heran bila lambang dari OHM
berbentuk seperti tapal kuda orang yunani menyebutnya omega entah kenapa demikian saya juga kurang paham
karena saya bukan ahli sejarah he he he . Ok, jadi bila nanti anda melihat rangkaian elektronika lalu disitu tertulis misalnya
470 maka itu adalah sebuah resistor dengan nilai 470 OHM.., paham..!!.
Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R " , sedangkan icon nya seperti ini : . Ada
beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal Film. Ada juga Resistor
yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor yang nilai
resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR ( Light Dependent Resistor ) dan Resistor yang yang nilai
resistansinya berubah tergantung dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative Thermal Resistance ) agar lebih jelas
coba anda perhatikan gambar 1-a, dan animasi berikut ini :
Prinsip Dasar, Cara Kerja Sebuah LDR
Berbagai Macam Bentuk Resistor
POTENSIOMETER LDR NTC TRIMPOT
Lambang-lambang dari beberapa Jenis Resistor
Hmmm..., bagaimana friend !. Saya rasa sampai disini anda sudah memahami prinsip kerja dari resisor. Sekarang mari
kita lanjutkan dengan materi yang lain.
Untuk resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode warna sebagai petunjuk besarnya nilai
resistansi ( tahanan ) dari resistor. Kode-kode warna itu melambangkan angka ke-1, angka ke-2, angka perkalian
dengan 10 ( multiflier ), nilai toleransi kesalahan, dan nilai qualitas dari resistor. Kode warna itu antara lain Hitam,
Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas dan Perak. ( lihat gambar 1-b dan tabel 1 ).
Warna hitam untuk angka 0, coklat untuk angka 1, merah untuk angka 2, orange untuk angka 3, kuning untuk angka 4,
hijau untuk angka 5, biru untuk angka 6, ungu untuk angka 7, abu-abu untuk angka 8, dan putih untuk angka 9.
Sedangkan warna emas dan perak biasanya untuk menunjukan nilai toleransi yaitu emas nilai toleransinya 10 %,
sedangkan perak nilai toleransinya 5 %.
Wah banyak sekali sulit untuk menghafalnya..!, hmmm.., kalau anda merasa kesulitan menghafal kode warna dari
resistor beserta nilainya, coba perhatikan teks yang saya beri huruf tebal diatas. Kalau disatukan akan menjadi sebuah
kata yang mungkin mudah bagi anda untuk menhafalnya ( Hi Co Me O Ku Hi B U A P 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ). Ok sekali
lagi coba anda lihat gambar 1-b dan tabel 1
KODE
WARNA
APPLET
WARNA
NILAI TOLERANSI
Hitam 0 -----
Coklat 1 -----
Merah 2 -----
Orange 3 -----
Kuning 4 -----
Hijau 5 -----
Biru 6 -----
Ungu 7 -----
Abu-abu 8 -----
Putih 9 -----
Emas 0,1 10 %
Perak 0,01 1 %
Nah sekarang mari kita mencoba membaca nilai suatu resistor. Misalkan anda melihat sebuah resistor dengan kode
warna sebagai berikut : Coklat, merah, merah, dan emas. Berapa nilai resistansi dari resistor tersebut..?. ( Perlu
diingat..! : Untuk membaca angka pertama dari kode warna resistor anda harus melihat warna yang paling dekat dengan
ujung sebuah resistor dan biasanya untuk angka ke-1,2 dan 3 saling berdekatan sedangkan untuk kode warna dari
toleransi agak jauh dari warna-warna yang lain, sekali lagi lihat gambar 1-b dan tabel 1
Untuk membaca kode warna resistor seperti yang dipermasalahkan diatas, kita mulai menerjemahkan satu persatu kode
tersebut. Warna pertama Coklat, berarti angka 1, warna kedua warna merah, berarti angka 2, warna ketiga warna merah
berarti multiflier, perkalian dengan 10 pangkat 2. kalau diterjemahkan 12 X 10 2 12 X 100 1200. Berarti 1200 Ohm.
dengan nilai toleransi sebesar 10 %. Akurasi dari resistor tersebut berarti 1200 X ( 10 : 100 ) 1200 X ( 1 : 10 ) 120.
( he he he, itulah ilmu exacta selalu berhubungan dengan matematika yupsss, padahal saya juga pusing nih ngitungngitung
yang ginian, ha ha ha.. selingan aja ) jadi nilai sebenarnya dari resistor tersebut adalah maximum 1200 + 120 =
1320 Ohm, sedangkan nilai minimum nya adalah 1200 - 120 = 1080 Ohm. Kenapa demikian ...?. Karena karakteristik
dari bahan baku resistor tidak sama, walaupun pabrik sudah mengusahakan agar dapat menjadi standart tetapi apa
daya prosesnya menjadi tidak standart. Untuk itulah pabrik menyantumkan nilai toleransi dari sebuah resistor agar para
designer dapat memperkirakan seberapa besar faktor x yang harus mereka fikirkan agar menghasilkan yang mereka
kehendaki.
Sekarang coba saya kasih soal lalu anda cari nilai nya sendiri, ( buat PR . he he he..., kayak anak SD aja ). Soalnya
begini : Didalam sebuah rangkaian saya melihat sebuah resistor jenis carbon dengan warna-warna sebagai berikut ;
Merah, Kuning, Hijau dan Perak. Berapa nilai minimum dari resistor tersebut ?.
Di dalam praktek para designer sering kali membutuhkan sebuah resistor dengan nilai tertentu. Akan tetapi nilai resistor
tersebut tidak ada di toko penjual, bahkan pabrik sendiri tidak memproduksinya. Lalu bagaimana solusinya..?. Nah...!,
seperti yang pernah saya singgung diatas bahwa ilmu exacta selalu berhubungan dengan matematika, maka untuk
mendapatkan suatu nilai resistor dengan resistansi yang unik dapat dilakukan dua cara ; Pertama cara SERIAL, dan
yang kedua cara PARALEL. ( Wah.., nambah pusing lagi nih..! ). Dengan cara demikian maka masalah designer diatas
dapat terpecahkan. Bagaimana cara Serial dan bagaimana pula cara Paralel, untuk lebih jelasnya coba anda perhatikan
gambar 1-d.
Dengan Cara tersebut suatu nilai resistor dapat menjadi unik. Lalu bagaimana
menghitungnya ?, Ehmm. mudah saja, untuk cara serial anda tinggal
menambahkan saja nilai resistor 1 dan nilai resistor 2. ( R1 + R2 ) . Sedangkan
untuk cara paralel anda dituntut untuk mengerti ALJABAR ( wah-wah lagi-lagi
matematika ) tapi mudah kok. Kalau ingin mahir Matematika buka saja topik yang
membahas khusus tentang matematika di situs ini juga. Ok kembali ke
permasalahan. Untuk cara paralel ditentukan rumus sebagai berikut : misalkan
kita memparalel dua buah resistor, resistor pertama diberi nama R1 dan resistor
kedua diberi nama R2, maka rumusnya adalah ; 1/R= ( 1/R1 ) + ( 1/R2 )
Contoh : Kita mempunyai dua buah resistor dengan nilai berikut R1=1000 Ohm , R2=2000 Ohm, bila kita menggunakan
cara serial maka didapat hasil R1+R2 1000+2000 3000 Ohm, sedangkan bila kita menggunakan cara Paralel maka
didapat hasil 1/R=1/R1+1/R2 1/R=(1/1000)+(1/2000) 1/R=(2000 + 1000) / (1000 X 2000) 1/R=(3000) / 2000000)
1/R=(3/2000) 3R=2000 R=(2000 / 3 ) R=666,7 Ohm (silahkan buktikan sendiri dengan persamaan aljabar dalam
matematika )
Well its Ok, No problem. Oh iya hampir saja lupa didalam elektronika kita dapat menyebut nilai 1.000 dengan kilo,
1.000.000 dengan mega, 1.000.000.000 dengan giga. kilo biasa memakai huruf " K " saja, mega memakai huruf " M "
dan giga memakai huruf " G ", jadi bila kita menyebut 1.000 Ohm maka menjadi 1K Ohm, terus kalau 1.000.000 Ohm
menjadi 1M Ohm dan 1.000.000.000 Ohm menjadi 1 G Ohm paham kan. Ada lagi cara menyebut nilai yang tanggung
contoh : 1200 Ohm menjadi 1K2 Ohm, 1.900.000 Ohm menjadi 1M9 Ohm. mulai sekarang bila kita menyebut nilai
resistor dengan resistansi yang besar gunakan istilah diatas OK. well masih ada lagi nih...., bagaimana kalau 1R2
berapa nilainya...? nah lo ada lagi nih. Biasanya untuk satuan terkecil digunakan istilah " R " jadi kalau 1R2 yah nilainya
1,2 OHM.., gampang kan. Sebagai latihan coba anda tentukan warna dari resistor dengan nilai 1M5, 1K6, dan 1R4.
Mengukur Resistor dengan AVR meter ( Ampere, Voltage, Resistance Meter )
Selain cara manual diatas kita juga dapat menggunakan alat untuk mengetahui besarnya nilai resistansi suatu resistor.
Alat tersebut dinamakan AVR meter atau kebanyakan orang Indonesia menyebutnya MULTI TESTER. Biasanya alat
bantu ini berbentuk kotak dilengkapi dengan jarum penunjuk serta skala untuk membaca nilainya. Ada dua jenis bentuk
alat ini yaitu standar dan digital, untuk AVR jenis digital nilainya ditunjukan dengan layar LCD seperti halnya jam tangan
yang menggunakan layar LCD. Atau bila anda juga tidak familiar, OK anda lihat saja kalkulator nah seperti itulah
penunjuknya kira-kira . ( hehehheh. kalau masih OOT juga liat deh gambar 1d, 1e sama 1f )
AVR MANUAL AVR DIGITAL
Cara Mengukur Resistor
dengan AVR
Dengan menggunakan AVR kita bisa langsung mengetahui nilai dari sebuah resistor. Bila jarum AVR mendekati 0
( kearah kanan ) berarti nilai resistansinya semakin kecil, sebaliknya bila hanya bergerak sedikit mendekati 1000
( kearah kiri ) berarti semakin besar. Biasanya skala penghitung ditulis per sepuluhan.
Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mengukur resistor yang nilai resistansinya besar sekali, misalnya 10 M
Ohm. Coba saja anda ukur dengan AVR..!, anda akan melihat bahwa jarum AVR hampir tidak bergerak atau mungkin
tidak bergerak sama sekali. lalu bagaimana cara mengukurnya dengan AVR bila nilai resistornya melebihi 1M OHM..?,
Nah sekali lagi anda dihadapkan dengan rumus ( pusing juga nih, pake alat tapi masih pake rumus hahaahha ).
Rumusnya adalah hukum OHM yaitu : V = i X R ==> V = Voltage atau tegangan listrik, i = Kuat arus listrik dan R adalah
nilai Resistansinya. Dengan menggunakan persamaan matematika didapat bahwa : R = V : i. Contoh kasus : dirumah
kita biasanya tegangan listrik adalah 220 volt, bila kita menggunakan arus sebesar 5 Ampere. maka nilai resistansinya
adalah R = V : i ==> R = 220 : 5 ==> R = 44 OHM. Didalam Praktek kita nggak usah pusing-pusing memikirkan rumus
tersebut, itu hanya sekedar pengetahuan saja biar anda tambah paham mengenai dasar-dasar elektronika. Nah merajuk
dari hukum OHM diatas, maka didalam praktek bila kita ingin mengetahui nilai sebuah resistor dengan AVR tentu saja
kita harus menggunakan listrik sebagai alat bantu pengukuran, caranya..? lihat gambar 1 g.
Mengukur Resistor yang berukuran tinggi
Perlu diperhatikan bahwa, sebelum mengukur pastikan tombol AVR di set ke tempat yang tepat. contohnya bila kita
hanya mengukur resistor dibawah 1K maka arahkan tombol AVR ke skala X 100, bila kita mengukur dibawah 100 Ohm
maka arahkan tombol ke X 1 dan untuk mengukur resistor yang besar dengan menggunakan arus listrik, maka tombol
AVR kita arahkan ke arah voltage sesuai dengan voltage yang kita gunakan, misalnya kita menggunakan voltage 220
Volt. maka arahkanlah tombol AVR ke tegangan arus bolak-balik (AC) dengan skala 500 Volt AC. Sekali lagi perhatikan
baik-baik sebelum melakukan hal ini, sebab bila anda salah menempatkan tombol maka AVR anda sudah dipastikan
akan rusak, masih untung kalau tidak meledak hahahahahhhhhaaa. Ingat yah perhatikan baik-baik !!!
Sekarang coba anda lihat lagi AVR anda...!, nah bergerak kan !!, biasanya bergeraknya sedikit, diujung AVR ada tertera
ukuran 1M, 2M dan 10M dengan skala 100 K perbaris. Tanpa anda sadari bahwa cara mengukur resistor dengan ukuran
besar, anda juga dapat mengetahui berapa arus listrik yang mengalir dirumah anda coba lagi rumus diatas. Untuk
mengetahui arus listrik ( i ) menurut persamaan matematika maka i = V : R.
Baiklah sampai disini pembahasan kita mengenai resistor.

whoco terusane.....

Blogspot Template by Isnaini Dot Com Powered by Blogger and Local Jobs